Songket BatuBara Reviewed by Momizat on . Kerajinan songket asal kabupaten Batubara, Sumut, tidak hanya digemari konsumen di dalam negeri tetapi juga dari mancanegara terutama yang masyarakatnya memilik Kerajinan songket asal kabupaten Batubara, Sumut, tidak hanya digemari konsumen di dalam negeri tetapi juga dari mancanegara terutama yang masyarakatnya memilik Rating: 0

Songket BatuBara

Songket BatuBara

Kerajinan songket asal kabupaten Batubara, Sumut, tidak hanya digemari konsumen di dalam negeri tetapi juga dari mancanegara terutama yang masyarakatnya memiliki kultur Melayu.

Menurut salah seorang perajin songket Batubara, Ratna (50), mengatakan, dewasa ini perhatian masyarakat terhadap aneka kerajinan tradisional semakin meningkat seiring semakin gencarnya upaya pemerintah melestarikannya.

“Salah satunya yang dewasa ini cukup ‘naik daun’ adalah Songket Batubara. Malaysia, Singapura dan Brunai Darusalam adalah beberapa negara yang cukup banyak permintaannya atas kain songket itu, ” katanya.

Bahkan, katanya, yang lebih prestisius dalam beberapa tahun belakangan ini, Kerajaan Malaka, Malaysia, telah menggunakan Songket Batubara sebagai pakaian kebesaran kerajaan. Hal itu bermula dari sayembara yang diselenggarakan Kerajaan Malaka pada tahun 2006 untuk mencari produk songket yang akan dijadikan pakaian kebesaran kerajaan.

Saat itu, terangnya, ada lima daerah yang dipilih untuk mengikuti sayembara, yakni Aceh, Sambas, Pekanbaru, Batubara dan Palembang dan akhirnya Songket Batubara terpilih sebagai satu-satunya yang akan digunakan sebagai pakaian kebesaran.

“Tahun 2008 Kerajaan Melaka memesan ke kita sebanyak 150 potong kain songket dan tahun 2009 naik menjadi 200 potong. Setiap helainya diharga Rp2 juta hingga Rp4 juta tergantung motif dan jenisnya,” ujarnya.

“Selain memenuhi permintaan dari luar negeri, pesanan juga banyak datang dari beberapa daerah di Indonesai seperti dari Aceh dan Pekanbaru. Tidak banyak memang rata-rata perbulan, hanya tiga atau empat kodi,” tuturnya.

Tokoh Melayu, Fadlin Muhammad Djafar, mengatakan, saat ini yang paling utama adalah bagaimana agar promosi Songket Batubara semakin gencar dilakukan baik melalui pameran-pamaren maupun kegiatan lainnya.

“Dewasa ini kabupaten Katubara telah menjadikan songket itu sebagai cenderamata khas bagi tamu-tamu yang berkunjung ke Batubara,” pungkasnya.

(Waspada Online)

Tinggalkan Komentar

 

Copyright PEMKAB BATU BARA © 2014 Hak Cipta di Lindungi Pemerintah. Ini situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari BAPPEDA Kab. BATUBARA. Apabila terdapat data elektronik bassed yang berbeda dengan data resmi paper, maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.

Kembali ke atas