Gubsu Lantik Bupati/Wakil Bupati Batubara Reviewed by Momizat on . BATUBARA - Sidang paripurna istimewa Pelantikan Bupati Batubara digelar di ruang paripurna gedung DPRD setempat dipimpin Ketua DPRD Batubara Selamat Arifin diha BATUBARA - Sidang paripurna istimewa Pelantikan Bupati Batubara digelar di ruang paripurna gedung DPRD setempat dipimpin Ketua DPRD Batubara Selamat Arifin diha Rating: 0

Gubsu Lantik Bupati/Wakil Bupati Batubara

Gubsu-lantikBATUBARA –¬†Sidang paripurna istimewa Pelantikan Bupati Batubara digelar di ruang paripurna gedung DPRD setempat dipimpin Ketua DPRD Batubara Selamat Arifin dihadiri puluhan kepala daerah se-Sumatera Utara, Ketua DPD I Golkar Sumut Ajib Sah, Direktur Utama PT Inalum Hamonangan Sijabat, calon investor dari mancanegara, beberapa anggota DPRD Batubara, para SKPD, Camat, Kepala Desa serta ribuan tokoh dan warga Batubara yang turut menyaksikan pelantikan.

Pelantikan pasangan OK ARYA-Harry Nugroho yang dilakukan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dimulai pukul 10.00 WIB berjalan lancar, hikmat dan tertib sesuai dengan rencana pihak panitia dari Sekretaris Dewan setempat. Sebelum dilaksanakan pelantikan oleh Gubsu, Sekretaris Dewan DPRD Batubara Jalal Damanik lebih dahulu membaca kutipan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri dalam hal pemberhentian Wakil Bupati Gong Matua periode 2008-2013 serta mengangkat kembali pasangan Bupati Batubara OK Arya-Harry Nugroho priode 2013-2018.

Usai pelantikan Bupati digelar ribuan masyarakat Batubara sudah menunggu OK Arya dan Harry Nugroho di luar gedung DPRD setempat. Mereka menggunakan pakaian adat Batubara berwarna kuning lengkap dengan mambawa aksesoris adat Melayu ketika menyambut seorang pemimpin. 

Jalan Senilai Rp 455 Miliar akan Dibangun di Batubara
Pemerintah pusat melalui proyek Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) akan membangun infrastruktur jalan senilai Rp 455 miliar di Kabupaten Batubara tahun 2014-2015. Pembangunan itu berupa jalan plat beton sepanjang kurang lebih 35 km lebar 8 meter yang merupakan usulan dari Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain kepada pemerintah pusat untuk kepentingan akses menuju kawasan industri dan pelabuhan logistik internasional Kuala Tanjung.

Menurut Kabag Perekonomian Edwin, usulan Pemerintah Kabupaten Batubara kepada pemerintah pusat sebenarnya ada sembilan akses jalan utama, semuanya menuju lokasi kawasan pelabuhan internasional Kuala Tanjung yang datang dari beberapa sudut daerah Batubara.

Namun, kata Edwin, dari sembilan akses jalan yang diusulkan OK Arya ternyata pemerintah pusat baru menyetujui tiga akses jalan meliputi Sei Balai-Kuala Tanjung, Indrapura-Kuala Tanjung dan Simpang Dolok-Kuala Tanjung.

Menurut Edwin, Pemkab Batubara terus berupaya mendorong pembangunan infrastruktur jalan didaerah itu, salah satunya melalui program pusat yakni Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain menuturkan, pembangunan sembilan akses infrastruktur jalan menujuh kawasan industri dan pelabuhan internasional Kuala Tanjung di Kabupaten Batubara sudah diajukan  kepada pemerintah pusat melalui Badan Perencanaan Nasional (Bapenas).

Menurut Bupati dari sembilan akses infrastruktur yang diajukan ke pusat ternyata tiga di antaranya disetujui Presiden SBY dan sudah dimasukkan dalam daftar proyek MP3EI di Bapenas dengan anggaran Rp 455 miliar melalui Kementerian PU. 

OK Arya berharap, pembangunan infrastruktur di daerah ini akan menjadi prioritas Kementerian PU untuk segera dilaksanakan sebab rencana pembangunannya akan selesai dikerjakan sampai 2015. 

Menurut OK Arya, tiga infrastruktur jalan yang akan dibangun posisinya sangat penting untuk mendukung kelancaran lalu lintas  menuju kawasan pelabuhan internasional Kuala Tanjung. Sebab jalan itu juga akan menghubungkan Batubara dengan tiga kabupaten yakni Simalungun, Asahan dan Serdang Bedagei.

Selain itu, kata OK Arya, jalan yang dibangun itu juga akan melintasi beberapa wilayah pedesaan dari tujuh Kecamatan seBatubara hal ini akan membawa dampak positif terhadap peningkatan perekonomian warga desa.

OK Arya menambahkan, program strategis Pemerintah Batubara berikutnya adalah pembangunan sarana air bersih untuk kepentingan kawasan industri dan pelabuhan internasional serta untuk kebutuhan warga pedesaan yang dinilai masih sulit mendapat air bersih dan sehat. “Penyediaan air bersih ini juga penting sebab kita punya sumber airnya di Desa Laut Tador dimana penyediaan air bersih ini bernilai ekonomi sebagai sumber pendapatan daerah Batubara dan memang mutlak sangat dibutuhkan di setiap kawasan industri dan pelabuhan,‚ÄĚ ujarnya.

12 Proyek MP3EI Koridor Sumatera Siap Groundbreaking
Sebanyak 12 proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) koridor Sumatera senilai Rp 111 triliun siap melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama). Dari 12 proyek yang ada di koridor Sumatera tahapan pembangunannya terbagi dua yakni terdiri dari 3 proyek digroundbreaking tahun 2014 dan 9 proyek lagi groundbreaking tahun 2017.

Sebanyak 12 proyek infrastruktur koridor Sumatera di antaranya, pembangunan Pelabuhan Hubungan Internasional Kuala Tanjung Kabupaten Batubara, Kereta Api Medan-Kualanamu, Jalan Tol Medan-Kualanamu, dan Jalan Tol Kualanamu-Tebingtinggi dan Jalan Tol Medan-Binjai, Jalan Tol Tebingtinggi-Kisaran-Rantau Prapat, Jalan Tol Lubuk Pakam-Tebingtinggi dan PLTU Pangkalan Susu 2×200 MW.

Proyek-proyek itu merupakan bagian dari 40 proyek infrastruktur MP3EI 2014-2017 yang diprioritaskan pemerintah pusat yang bernilai Rp 337 triliun yang siap dilakukan groundbreaking dan nilai investasi ini sudah termasuk perkiraan biaya pembebasan lahan.

Menurut Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain berdasarkan data dari Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) pada koridor Sumatera akan dibangun 12 proyek dengan investasi Rp 111 triliun. Sebanyak tiga proyek akan groundbreaking tahun 2014 dan 9 proyek akan groundbreaking pada 2017. ‚ÄúProyek di Indonesia Bagian Barat berpotensi untuk didanai dengan skema kerja sama pemerintah swasta (KPS),‚ÄĚ ujarnya.

OK Arya menyebutkan, Pemerintahan Batubara memproyeksikan tahun 2014 mendatang sejalan dimulainya pembangunan proyek pelabuhan internasional Kuala Tanjung akan tercipta ribuan lapangan kerja terhadap anak-anak Batubara, yang meliputi sektor industri dan sektor infrastruktur.

Menurut OK Arya, kesempatan kerja akan dibuka dengan berbagai kegiatan utama dan sebagian besar lapangan kerja tersebut, terbuka hanya untuk tenaga kerja non pertanian.

OK Arya mengaku, jika dilihat dari tingkat pendidikan masyarakat di Batubara sekarang ini, angkatan tenaga kerja di daerah ini kualitasnya masih sangat rendah dan belum mampu untuk memenuhi kebutuhan ketenagakerjaan nasional.

Maka untuk mengatasi keterbatasan itu Pemerintah Batubara bekerjasama dengan pusat akan menyiapkan satu lembaga pendidikan SMK Logistik bertaraf internasional dipersiapkan untuk mengisi lapangan kerja di kawasan industri Kuala Tanjung.

Menurut OK Arya, persiapan tenaga kerja di Batubara akan disediakan dengan tenaga kerja sesuai kompetensi yang dibutuhkan MP3EI. 

Terkait adanya perjanjian perdagangan bebas ASEAN yang juga membuka peluang terhadap masuknya tenaga kerja asing terutama waliyah Asia Tenggara dinilai akan menjadi ancaman jika tidak antisipasi mulai saat ini katanya.

Menurut OK Arya, jika masalah tersebut tidak segera ditangani dengan benar yaitu dengan menyediakan tenaga kerja sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan, peluang yang telah dibuka oleh MP3EI hanya akan diisi oleh tenaga kerja asing, terutama di wilayah Asia Tenggara sudah makin mudah karena adanya perjanjian perdagangan bebas ASEAN.

Hal ini akan menjadi ancaman terhadap peningkatan pengangguran di Sumut terutama di Batubara. Oleh karena itu, perlu antisipasi terhadap tidak terserapnya angkatan kerja dalam program MP3EI karena tidak sesuai dengan kompetensinya.

Menurut OK Arya, Pemerintah Batubara akan menyediakan tenaga kerja dengan model penyelenggaraan pendidikan berbasis kawasan, hal ini penting untuk mendekatkan kesesuaian kebutuhan tenaga kerja dengan angkatan kerja yang dilahirkan. ‚ÄĚDengan kata lain perlu dilakukan penyelenggaraan pendidikan berbasis kawasan industri,‚ÄĚ jelasnya.

Selain itu, untuk meningkatkan daya saing dan kemajuan ekonomi di Batubara, juga dibutuhkan tenaga kerja yang terampil dan berkualitas. Oleh karena itu, setiap pekerja harus memiliki sertifikasi profesi. ‚ÄĚHal itu merupakan salah satu cara untuk pembuktian keprofesionalan para tenaga kerja di Batubara. Sertifikasi profesi tersebut juga harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing koridor,‚ÄĚ ungkapnya.¬†

Tinggalkan Komentar

 

Copyright PEMKAB BATU BARA © 2014 Hak Cipta di Lindungi Pemerintah. Ini situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari BAPPEDA Kab. BATUBARA. Apabila terdapat data elektronik bassed yang berbeda dengan data resmi paper, maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.

Kembali ke atas