Dewi Seri Desa Baru di Batubara, Mini Tapi Padat Penduduk Reviewed by Momizat on . Oleh : T.Alkisah Led. DEWI SERI adalah salah satu desa baru di Kecamatan Sei Suka Batubara. Sebelumnya bergabung dalam desa induk, Perkebunan Tanjung Kasau. Sej Oleh : T.Alkisah Led. DEWI SERI adalah salah satu desa baru di Kecamatan Sei Suka Batubara. Sebelumnya bergabung dalam desa induk, Perkebunan Tanjung Kasau. Sej Rating: 0

Dewi Seri Desa Baru di Batubara, Mini Tapi Padat Penduduk

Dewi Seri Desa Baru di Batubara, Mini Tapi Padat Penduduk

Oleh : T.Alkisah Led. DEWI SERI adalah salah satu desa baru di Kecamatan Sei Suka Batubara. Sebelumnya bergabung dalam desa induk, Perkebunan Tanjung Kasau. Sejak Juli 2011,Dewi Seri muncul menjadi satu desa,meski mini tapi padat penduduk.

Desa baru manapun yang ada di Batubara, sepertinya luasnya tidak sama dengan Dewi Seri. Desa ini hanya 40 hektar. Tapi penduduknya mencapai lebih seribu jiwa, tinggal pada 200 rumah tangga (KK).

Sedangkan desa induk Perkebunan Tanjung Kasau, luasnya mencapai 2.591 hektar. Sebelum berpisah dengan Dewi Seri desa perkebunan ini memiliki penduduk 2.800 jiwa bertempat tingal pada 1000 KK. Terpencar pada lima division perkebunan, termasuk Afdeling Tanjung Beringin, yang lahannya tidak lagi masuk kawasan Batubara. Tapi sudah berada di Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Serdang Bedagei (Sergei).

Dewi Seri kini dipim,pin pejabat kepala desa, sama dengan desa baru lainnya, berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), yakni Suparto S Pd. H Indra Sahrul S Pdi yang memimpin Desa Perkebunan Tanjung Kasau, sudah bebas dariDdesa Dewi Seri. Malah kantor Perkebunan Tanjung Kasau, tidak lagi di Dewi Seri dan sudah dipindahkan ke kawasan perkebunan.

Saat bergabung dengan Perkebunan Tanjung Kasau, Dewi Seri terdiri dari dua dusun. Dan kini sedang dilakukan penataan untuk pemekaan dusun-dusun tersebut. Tujuannya jelas untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Dahulunya, di kawasan Desa Dewi Seri, banyak warga yang bertanam padi pada sisa lahan mereka. Tapi belakangan lahan-lahan itu dialihfungsikan warga menanam kelapa sawit. Penyebabnya sulitnya memperoleh air.

Sama seperti lahan Perkebunan Tanjung Kasau yang juga dimanfaatkan untuk tanaman sawit. Produksi lahan sawit warga Dewi Seri juga sangat menguntungkan, termasuk penambahan pendapatan untuk kesejahteraan keluarga.

Sedangkan lahan-lahan lain dijadikan sebagai pemukiman. Padat memang. Tapi warga Dewi Seri hidup rukun dan damai tanpa pernah terjadi sengketa. Padahal berbagai etnis yang ada dan lain pula profesi mereka. Ada yang menjadi karyawan dan ada juga petani. Demikian juga sebagai PNS.

Lalu apa pula fasilitas yang dimiliki Desa Dewi Seri?. Hampir sama dengan desa lain. Ada sarana pendidikan, yakni, satu unit SD Swasta yang sudah lama didirikan, yaitu, SD Islam. Sudah banyak siswa yang ditamatkan SD Islam Dewi Seri sejak dibuka melalui sponsornya Riva’I Lubis, mantan Kepala Desa Perkebunan Tanjung Kasau.

Fasilitas lain yang dimiliki Dewi Seri, sebuah Mesjid permanen, tempat warga berkumpul dan beribadah pada setiap waktu sholat wajib. Jadi sejak lama, warga Dewi Seri tidak lagi sholat ke luar desanya.

Fasilitas lainnya yang dimiliki desa baru ini adalah ‚Äėpekanan‚Äô pada setiap hari Kamis. Jadi warga dan para ibu rumah tangga yang bermaksud membeli keperluan dapur khususnya, tidak lagi jauh-jauh pergi ke Pasar lain. Cukup tunggu sepekan. Sangat untung dilihat dari sisi ekonomis. Demikian juga dari sisi waktu.

Secara geografis, Dewi Seri dikelilingi lahan Perkebunan Tanjung Kasau. Tidak jauh dan malah berhadapan dengan salah satu pondok pemukiman warga perkebunan. Kemudian di sampingnya terdapat pula komplek Kompi A Yon 126 Kalasakti.

Dan lebih memudahkan, Dewi Seri berada di pinggir jalur lintas Provinsi, sekitar tiga kilometer dari jalur lintas Sumatera pada Simpang Empat Perkebunan. Jalur lintas Provinsi tersebut merupakan jalan utama menuju Kabupaten Simalungun, tepatnya Kecamatan Bandar Masilam yang juga sering disebut Sei Langgei.

Tentunya setelah melintasi perbatasan antara Batubara, yakni, sebuah jembatan di atas Sei Bahapal yang kini kondisinya sudah baik. Desa di Batubara yang terakhir adalah Tanjung Kasau, bukan kebun. Jadi Tanjung Kasau ada dua, satu desa biasa dan satu lagi perkebunan.

Setelah berada di seberang, desa pertama yang ditemukan di Simalungun ini adalah Bandar Gunung. Sama dengan di kawasan Batubara, status jalan dari Bandar Gunung sampai ke ibukota Kecamatan Bandar, Perdagangan, juga jalur provinsi. Tentunya setelah melalui beberapa desa lain, seperti Gunung Serawan, desa nama kecamatan, Bandar Masilam, Bandar Silo, Panombean dan kemudian Kebun Bahlias sampailah ke Pasar I Perdagangan.

Jadi menuju Dewi Seri tidak sulit. Kondisi jalan mulus. Makanya setiap hari Dewi Seri diintasi berbagai jenis kendaraan, baik sepeda motor yang umumnya ojek maupun pribadi dan bus mini dari Sei Langgei menuju Tebing Tinggi dan sebaliknya.

Itulah profil desa baru Dewi Seri, mekar dari Desa Perkebunan Tanjung Kasau. Salah satu dari 48 desa baru di Batubara dan tujuh dari desa baru di Kecamatan Sei Suka. Enam lainnya yang mekar di Sei Suka, dua dari Desa Sei Suka Deras, yaitu, Simpang Kopi dan Tanjung Gading di lintas Sumatera, kemudian, Pelanggiran dari Laut Tador, Mekar Sari dari Tanjung Seri, Kandangandari Simujur dan Berohol dari Simodong.

Melalui pemekaran, selain peningkatan pelayanan kepada masyarakat, mudah-mudahan Dewi Seri akan semakin maju dan berkembang. Tentunya untuk mencapai Visi dan Misi Pemerintah kabupaten (Pemkab) Batubara, Sejahtera dan Berjaya. Semoga.

Tinggalkan Komentar

 

Copyright PEMKAB BATU BARA © 2014 Hak Cipta di Lindungi Pemerintah. Ini situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari BAPPEDA Kab. BATUBARA. Apabila terdapat data elektronik bassed yang berbeda dengan data resmi paper, maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.

Kembali ke atas