Wisata Reviewed by Momizat on . Banyak sekali potensi wisata yang masih belum dikelola dengan baik di Kabupaten baru ini seperti: Pantai Kuala Sipare Pantai Jono Pantai Perjuangan (Jl. Access Banyak sekali potensi wisata yang masih belum dikelola dengan baik di Kabupaten baru ini seperti: Pantai Kuala Sipare Pantai Jono Pantai Perjuangan (Jl. Access Rating: 0

Wisata

Wisata

Banyak sekali potensi wisata yang masih belum dikelola dengan baik di Kabupaten baru ini seperti:

  1. Pantai Kuala Sipare

  2. Pantai Jono

  3. Pantai Perjuangan (Jl. Access Road Inalum, Desa Lalang, Kec. Medang Deras, Kab. Batubara)

  4. Pantai Bunga (Kec. Talawi, Kab. Batubara)

  5. Pantai Sejarah (Desa Parupuk, Kec. Lima Puluh)

  6. Pulau Pandang dan Pulau Salah (Selat Malaka, Kec. Tanjung Tiram)

  7. Sebuah pulau kecil di Selat Malaka dan banyak menyebutnya Pulau Si Angsa Dua yg memiliki luas hanya 1 hektar. Ditempuh sekitar 2 jam dari Kuala Batubara.

  8. Istana Niat Lima Laras (Desa Lima Laras, Kec. Tanjung Tiram)

  9. Danau Laut Tador (Desa Laut Tador, Kec. Sei Suka)

Pantai Perjuangan

Pantai Perjuangan berada di Dusun Mesjid, Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara. Dari Medan, jaraknya sekitar 120 km.

Banyak jalan untuk menuju ke sana. Namun yang paling efektif adalah masuk dari kawasan Kuala Tanjung, PT Inalum. Kira-kira 15 kilometer, ada tanda arah menuju Pantai Perjuangan. Jalan menuju pantai tak beraspal, sehingga menyulitkan kendaraan untuk masuk ke sana. Belum lagi soal sarana pantai yang sangat minim. Pantai yang masih tampak “garing” karena minimnya anggaran untuk peningkatan sarana dan prasarana.

Pantai Sejarah

Pantai Sejarah Perupuk merupakan satu-satunya objek wisata pantai di Kecamatan Limapuluh Batubara, jaraknya sekitar 17 kilometer dari Limapuluh Kota ibu kota Kecamatan Limapuluh.

Pantai Sejarah memang menjadi tumpuan wisatawan lokal untuk berekreasi melepaskan lelah di akhir pekan dan hari besar lainnya. Bila di Pantai Sejarah digelar berbagai pertunjukan seperti keyboard dan kegiatan motocross dengan karcis masuk terjangkau dipastikan pengunjungnya cukup membludak dan pihak penyelenggara meraup untung lumayan besar. Di tempat itu juga sering dimanfaatkan mengadakan berbagai kegiatan seperti acara pelantikan maupun HUT Parpol, Ormas dan OKP plus hiburan.

Pantai Sejarah Perupuk juga terkenal sebagai tempat pertama kalinya bala tentara Jepang mendarat di Asahan thn 1946.
Pantainya yang landai dengan pasir putih memanjang ratusan meter dijadikan tempat mandi-mandi mulai dari anak-anak hingga orang dewasa penuh canda dan tawa ria. Di bagian daratnya seluas beberapa hektar tumbuh pohon-pohon besar, di bawahnya dijadikan tempat istirahat dengan menggelar tikar. Di pinggiran pantai tumbuh pohon-pohon bakau, jadi tempat berkembang biak berbagai jenis ikan laut. Banyak pengunjung yang datang untuk memancing ikan.

Di Pantai Sejarah juga dibangun hechery (proyek pembibitan udang) berikut bangunan sarana pendukungnya. Bangunan hechery dengan rangka baja beratap dan berdinding kaca merupakan bangunan antik yang banyak menjadi perhatian pengunjung. Tujuannya untuk memenuhi permintaan bibit udang untuk para nelayan pemilik tambak, juga dimaksudkan sebagai pendukung memajukan objek wisata Pantai.

Istana Lima Laras

Gambar di samping adalah Istana Lima Laras, tepatnya terletak di Kecamatan Tg. Tiram, desa laras Kabupaten Batubara.

Istana tersebut merupakan salah satu peninggalan dari kerajaan melayu di daerah pesisir. Letak istana tersebut sangat strategis untuk dikunjungi karena Kabupaten Batubara telah membuka jalur pelayaran dari Port Klang Malaysia ke Batubara langsung melalui pelabuhan Tanjung Tiram di Kabupaten Batubara tidak lagi melalui pelabuhan Bagan Asahan di Tanjung Balai Asahan. Perjalanan dari Malaysia hanya menempuh jarak kurang lebih 3,5 jam perjalanan.

Tinggalkan Komentar

 

Copyright PEMKAB BATU BARA © 2014 Hak Cipta di Lindungi Pemerintah. Ini situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari BAPPEDA Kab. BATUBARA. Apabila terdapat data elektronik bassed yang berbeda dengan data resmi paper, maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.

Translate »
Kembali ke atas