Sei Suka Deras Batubara Dimekarkan Jadi Tiga Desa Reviewed by Momizat on . Oleh : T. Alkisah Led. SEI SUKA DERAS adalah salah satu dari 13 desa-kelurahan di Kecamatan Sei Suka. Dan juga salah satu dari 93 desa di Kabupaten Batubara. Po Oleh : T. Alkisah Led. SEI SUKA DERAS adalah salah satu dari 13 desa-kelurahan di Kecamatan Sei Suka. Dan juga salah satu dari 93 desa di Kabupaten Batubara. Po Rating: 0

Sei Suka Deras Batubara Dimekarkan Jadi Tiga Desa

Sei Suka Deras Batubara Dimekarkan Jadi Tiga Desa

Oleh : T. Alkisah Led. SEI SUKA DERAS adalah salah satu dari 13 desa-kelurahan di Kecamatan Sei Suka. Dan juga salah satu dari 93 desa di Kabupaten Batubara. Potensinya yang menjanjikan, desa ini kemudian dimekarkan menjadi tiga desa. Pertengahan Juli 2011, bersama 48 desa dan tiga lurah baru, dua pejabat kepala desa (Kades) pemekaran Sei Suka Deras ini dilantik Bupati H OK Arya Zulkarnain SH MM.

Kepala Desa Sei Suka Deras, Razali Lubis saat dihubungi Rabu (3/8) mengaku, memang desa yang dipimpinnya tersebut cukup potensial. Dari luasnya 910 hektar dihuni warga lebih dari 6000 jiwa yang bermukim pada sepuluh dusun.Karenanya, ketika ada tawaran pemekaeran jadi tiga desa, Razali tidak menolak. Padahal ada juga desa lain yang memiliki penduduk hampir sama, hanya dimekarkan jadi dua desa. Di antaranya Laut Tador, juga dalam kawasan Kecamatan Sei Suka.Razali lebih mengutamakan program peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Jumlah warga terlalu banyak, sulit melakukan pelayanan prima. Sesuai peraturan, pelayanan kepada masyarakat akan lebih bagus.Lalu, mana dua desa baru hasil pemekaran Sei Suka Deras itu. Pertama, Tanjung Gading dan kedua Simpang Kopi. Tapi jangan silap. Tanjung Gading pemekaran Sei Suka Deras, bukan kota pemukiman karyawan PT Inalum sekarang ini. Pemukiman karyawan PT Inalum Tanjung Gading, masuk dalam wilayah Kelurahan Perkebunan Siparepare.Tanjung Gading sebagai desa baru hasil pemekaran, dilalui jalur lintas Sumatera (Jalinsum). Merupakan eks Dusun III dan IV Sei Suka Deras. Kawasannya mulai dari RM 100, persis di pinggir Sei Siparepare sampai Simpang PT Moeis. Meski sebelumnya hanya dua dusun, tapi Desa Tanjung Gading ini juga tetap potensial. Penduduknya tergolong padat. Karenanya Tanjung Gading ini diprogramkan menjadi lima dusun, ujar Ishak Liza SPd, pejabat Kades Tanjung Gading yang dihubungi.Jumlah warga tidak kurang dari 2000 jiwa bermukim pada 200 rumah tangga (KK) lebih). Lagi-lagi untuk pelayanan, satu dusun hanya memiliki penduduk sekitar 40 KK. Kawasan Tanjung Gading ini, termasuk di antaranya dusun yang selama ini sangat sulit dijangkau di perbatasan dengan Desa Bandar Rejo Kecamatan Bandar Masilam Simalungun, yakni, Dusun Pelompatan. Ketika masih bergabung dalam Desa Sei Suka Deras, Pelompatan ini merupakan Dusun IV. Sarana transportasi ke Pelompatan harus melalui jembatan darurat dari benteng Siparepare. Itupun hanya sepeda motor. Mobil harus via Bandar Rejo lewat Simpang Bandar Tinggi yang jaraknya relatif jauh. Mulai PembangunanTahun anggaran sebelumnya memang sudah dimulai pembangunan jalan khusus dari jalur lintas Sumatera ke Dusun Pelompatan. Tapi belum bisa difungsikan. Pembangunan tahap kedua mutlak dilakukan untuk mempercepat arus menuju Dusun Pelompatan ini.Lalu, di mana Desa Simpang Kopi. Desa baru kedua yang dipimpin Kades Drs Yahya Sumadi ini antara Simpang PT Moeis menuju SPBU Simpang Deras dan kemudian ke jurusan perbatasan Simalungun.Luas wilayah Desa Simpang Kopi sama seperti Tanjung Gading, Dan merupakan eks Dusun 1 dan 2 Sei Suka Deras. Potensi jumlah penduduk juga sama. Sekitar 2000 jiwa bermukim pada 200 KK. Rencananya juga akan dimekarkan paling tidak empat dusun.Potensi lain Simpang Kopi juga usaha rumah makan (RM). Bila di Tanjung Gading ada RM 100, Sempurna, Ladang Sari, Yogya dan lainnya, di Simpang Kopi ada RM Mangga dan Buffet Mangga yang juga memilki aula pertemuan.Simpang Kopi juga memiliki usaha jual beli sawit di Simpang Bandar Rejo dan satu unit sarana pendidikan SMP swasta sebelum komplek usaha jual beli sawit tersebut. Sedangkan Tanjung Gading memilki pajak yang setiap saat ramai, yakni Pajak Pagi. Sarana kesehatan, seperti klinik, sama-sama ada. Institusi pendidikan, Tanjung Gading memiliki satu unit TK di komplek RM Sempurna.Kemudian bagaimana desa Induk Sei Suka Deras. Enam dusun sisa pascapemekaran, mulai dari Dusun 5 di pinggir Sungai Suka sampai Dusun 10 menuju perbatasan Dusun 6 Simodong. Luas lahan yang beda. Artinya dua desa baru pemekaran sama dengan desa induk pascapemekaran. Tapi potensi penduduk tetap sama.Pada Dusun 9 dan 10 terdapat lahan peretanian yang sebelumnya tanaman pangan. Tapi kini beralih fungsi menjadi tanaman sawit. Mengapa? Akibat sulitnya petani mendapatkan air. Dari pada repot mencari air, petani mengambil kesimpulan mengganti tanaman padinya ke sawit.Sarana lainnya adalah pendidikan. Sei Suka Deras pasca pemekaran tetap memiliki dua unit SD Negeri di Simpang Deras dan pangkal Dusun 6. Kemudian satu unit Madrasah Diniyah Awaliyah, juga di Simpang Deras.Sedangkan sarana perhubungan jalan kabupaten mulai dari Simpang Deras sepanjang dua kilometer menuju perbatasan Simodong, kini sudah dihotmik. Itulah profil Desa Sei Suka Deras, satu-satunya desa di Batubara yang diresmikan pemekarannya baru-baru ini menjadi tiga desa. Saat Sei Suka resmi menjadi kecamatan, mekar dari Kecamatan Air Putih Oktober 2000 melalui keputusan DPRD Asahan 19 September 2000, melihat potensinya sebenarnya Sei Suka Ders yang lebih pantas jadi kelurahan. Bukan “Perkebunan” Siparepare seperti sekarang ini. Tapi itulah kenyataan.

Tinggalkan Komentar

 

Copyright PEMKAB BATU BARA © 2014 Hak Cipta di Lindungi Pemerintah. Ini situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari BAPPEDA Kab. BATUBARA. Apabila terdapat data elektronik bassed yang berbeda dengan data resmi paper, maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.

Translate »
Kembali ke atas