Petani di Batubara Dibina Membuat Produk Olahan Cabai Reviewed by Momizat on . BATUBARA – Untuk meningkatkan nilai tambah serta mengantisipasi penurunan harga saat produksi cabai melimpah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batubara, Provinsi S BATUBARA – Untuk meningkatkan nilai tambah serta mengantisipasi penurunan harga saat produksi cabai melimpah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batubara, Provinsi S Rating: 0

Petani di Batubara Dibina Membuat Produk Olahan Cabai

Petani di Batubara Dibina Membuat Produk Olahan Cabai

BATUBARA – Untuk meningkatkan nilai tambah serta mengantisipasi penurunan harga saat produksi cabai melimpah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batubara, Provinsi Sumatera Utara, membina petani cabai untuk mampu mengolah bahan baku menjadi produk olahan, berupa saus cabai.

Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Batubara, Edwin AS, bersama Kepala Bappeda Ahmad Ensten, Kamis (12/3/2015) di Limapuluh, mengatakan baru-baru ini mereka bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) mengadakan pelatihan pengolahan cabai untuk menjadi saus.

“BI memfasilitasi peralatannya. Ada dua kelompok petani cabai yang dibina, mereka diarahkan untuk jadi petani yang berdaya dan bisa meningkatkan nilai tambah usahanya, bukan sekadar memproduksi bahan baku,” kata Edwin.

Saus yang diproduksi, dijamin asli dan sehat karena tanpa bahan pengawet. Tapi tetap bisa bertahan beberapa lama karena dalam pengolahannya menggunakan teknis tertentu, lalu dikemas dalam botol yang steril.

“Saat ini kami tengah memproses  PIRT serta label halalnya agar saus ini bisa masuk ke pasaran,” ucap Edwin.

Program berikutnya, bersama BI juga pemkab memfasilitasi petani cabai untuk membentuk koperasi. Setiap desa yang punya lahan cabai luas, dibentuk satu koperasi.

“Ini untuk membantu petani yang selama ini tergantung dengan tengkulak. Ke depan, dalam permasalahan permodalan, BI mendekatkan petani ke perbankan, melalui koperasi,” paparnya.

Intinya, pemkab ingin membantu petani cabai di Kabupaten Batubara yang jumlahnya sangat banyak. Namun setiap panen raya, petani cabai kerap mengalami masalah anjloknya harga, seperti baru-baru ini harga cabai merah hanya Rp 5.000/kg di tingkat petani.

Saat itu, pemkab mengambil peran menghubungi Bulog, untuk  menampung cabai petani. Hasilnya, harga terdongkrak hingga mencapai Rp 15.000/kg.

“Diharap dengan upaya-upaya yang dilakukan ini, semangat petani untuk menanam cabai bisa bangkit. Kalau harga bisa dijamin Rp 10.000/kg saja setiap masa panen raya, petani siap membuka lahan baru seluas 200 ha setiap musim tanam,” ujar Edwin.

Disebutkan, Batubara merupakan salah satu daerah sentra produksi cabai merah di Sumatera Utara, saat ini punya luas lahan cabai sekitar 1.019 ha. Dalam setahun panen raya cabai bisa dua kali, yang pertama dari Maret hingga awal April dan panen raya kedua bulan September. (Baca Juga : Kabupaten Batubara Menuju Pertanian yang Berjaya (Bag. 1))

Pada masa panen raya tersebut, produksi bisa mencapai 50 ton/hari. Sentra produksi cabai di Kabupaten Batubara, di antaranya Desa Lubuk Cui, Kecamatan Limapuluh.

Sementara Kepala Bappeda Ahmad Ensten menambahkan, pemkab telah membuat program untuk memberdayakan petani, bukan hanya petani cabai tapi juga petani komoditas lain.

“Khususnya terhadap komoditas cabai ini, selain untuk dibuat saus mungkin ke depan petani dilatih mengolah untuk jadi produk lain, seperti cabai bubuk dan sebagainya,” kata Ensten.

Sumber : agroplus.co.id

Tinggalkan Komentar

 

Copyright PEMKAB BATU BARA © 2014 Hak Cipta di Lindungi Pemerintah. Ini situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari BAPPEDA Kab. BATUBARA. Apabila terdapat data elektronik bassed yang berbeda dengan data resmi paper, maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.

Translate »
Kembali ke atas