Menperin Usulkan Klaster Sei Mangke dan Kuala Tanjung Digabung Reviewed by Momizat on . MEDAN - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartato mengatakan, pihaknya telah mengusulkan agar dua klaster di Sumatera Utara ( Sumut), yakni klaster Sei MEDAN - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartato mengatakan, pihaknya telah mengusulkan agar dua klaster di Sumatera Utara ( Sumut), yakni klaster Sei Rating: 0

Menperin Usulkan Klaster Sei Mangke dan Kuala Tanjung Digabung

Menperin Usulkan Klaster Sei Mangke dan Kuala Tanjung Digabung

MEDAN РMenteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartato mengatakan, pihaknya telah mengusulkan agar dua klaster di Sumatera Utara ( Sumut), yakni klaster Sei Mangke dan Kuala Tanjung digabung. 

Sebab, penggabungan tersebut dinilai akan memberikan efek yang lebih luas untuk menyuplai industri kelapa sawit dan industri aluminium.

Hal itu dikatakan Airlangga saat meresmikan pabrik sarung tangan keenam milik PT Medisafe Tencnology di Jalan Batang Kuis Gang Tambakrejo Pasar X, Desa Buntu Bedimbar, Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Kamis (23/2/2017).

Menurut Airlangga, pihaknya mengusulkan klaster ini digabung karena kalau digabung luas lahannya lebih 4.000 hektar. Selain itu, jarak dua klaster ini hanya 7 kilometer.

“Ini akan menimbulkan suatu efek yang lebih luas untuk mensuplai industri kelapa sawit dan aluminium,” kata dia.

Industri Berbasis Karet

Dalam kesempatan sama, Menperin mengapresiasi perkembangan industri alat-alat kesehatan farmasi dan obat-obatan.

Menurut dia, industri tersebut merupakan salah satu industri yang berkontribusi tinggi. Bahkan melebihi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Industri yang berorientasi ekspor berbasis lapangan pekerjaan menjadi salah satu andalan Kementerian Perindustrian,” kata Airlangga.

Dia berharap agar terus dilakukan inovasi di industri farmasi dan alat kesehatan sebab saat ini posisi Indonesia berada di belakang Thailand. Padahal, jika melihat perkembangan, peluang Indonesia masih cukup besar.

Peresmian pabrik ini, kata Airlangga, merupakan salah satu tema utama pembangunan 2017 sebagaimana harapan Presiden Joko Widodo (Jokowi),  yakni tahun pemerataan.

Andalan pemerataan yakni SDM dan target penyerapan tenaga kerja. Oleh karenanya, industri berorientasi ekspor berbasis lapangan pekerjaan ini harus dibangun dan didorong.

“Industri berbasis karet dan kelapa sawit merupakan klaster andalan di Sumut. Apalagi ditambah klaster industri Sei Mangkei dan Kuala Tanjung,‚ÄĚ ujar Airlangga.

Gubernur Sumut Erry Nuradi menambahkan, perusahaan industri karet di Sumut tercatat sebanyak 52 unit usaha dengan tenaga kerja 18.215 orang.

Perusahaan ini terdiri dari perusahaan yang bergerak di sektor hulu dan hilir dengan produk diantaranya crumb rubber/sir, ban kenderaan, vulkanisir, karet gelang, produk rumah tangga mulai alas kaki atau karpet. 

Hingga produk untuk kegunaan medis seperti sarung tangan sintesis seperti yang diproduksi PT Medisafe Technology.  Sebanyak 70 persen produksinya diekspor ke pasar Amerika, selebihnya untuk pasar Eropa dan Asia.

Gubernur Erry berharap keberadaan PT Medisafe Technology dapat menjadi daya tarik masuknya investor lain untuk berpartisipasi dalam mendorong tumbuh kembangnya perekonomian Sumatera Utara.

 

 

Sumber: Kompas.com

Tinggalkan Komentar

 

Copyright PEMKAB BATU BARA © 2014 Hak Cipta di Lindungi Pemerintah. Ini situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari BAPPEDA Kab. BATUBARA. Apabila terdapat data elektronik bassed yang berbeda dengan data resmi paper, maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.

Translate »
Kembali ke atas