Mengoptimalkan Pelabuhan Kuala Tanjung Reviewed by Momizat on . Medan Bisinis - Awal tahun depan, Pelabuhan Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara yang selama ini terkesan masif, bakal menggeliat. Sebagai pelabuhan terbesar kedua Medan Bisinis - Awal tahun depan, Pelabuhan Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara yang selama ini terkesan masif, bakal menggeliat. Sebagai pelabuhan terbesar kedua Rating: 0

Mengoptimalkan Pelabuhan Kuala Tanjung

Mengoptimalkan Pelabuhan Kuala Tanjung
Medan Bisinis РAwal tahun depan, Pelabuhan Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara yang selama ini terkesan masif, bakal menggeliat.
Sebagai pelabuhan terbesar kedua di Sumut setelah Pelabuhan Belawan, Kuala Tanjung fungsinya lebih menitikberatkan kepada kegiatan untuk kepentingan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan beberapa perusahaan yang ada di seputaran pelabuhan tersebut.
Untuk mengoptimalkan Pelabuhan Kuala Tanjung, tentu butuh pembenahan di sana sini, guna melengkapi perannya sebagai pelabuhan terkemuka di wilayah Pantai Timur Sumut, mendampingi Pelabuhan Belawan.  Apalagi, pelabuhan ini telah ditetapkan sebagai koridor pengembangan ekonomi untuk wilayah Barat, khusus untuk hasil bumi turunan sawit serta lumbung energi.

Mengingat aksesnya langsung berhadapan ke Selat Malaka, Kuala Tanjung, ke depan telah diplot menjadi penyangga Pelabuhan Belawan. Untuk pembenahan itu, seperti diutarakan Dirut Pelindo I Medan, Harry Sutanto, saat ini progres pembenahan itu sudah pada tahap penyelesaian detail engineering design. Diperkirakan, awal 2012 sudah bisa dilaksanakan pekerjaan yang bisa mendukung Kuala Tanjung menjadi pelabuhan yang bakal diminati para pengguna jasa kepelabuhanan.

Pembenahan tersebut guna memberdayakan Kuala Tanjung sebagai pelabuhan ekspor untuk hasil-hasil produksi perkebunan sawit dan antar pulau. Selama ini, pelabuhan yang memiliki dermaga menjorok ke laut sepanjang lebih dari 1.000 meter itu, belum banyak dimanfaatkan oleh kalangan produsen hasil-hasil perkebunan (kelapa sawit, karet, kakao) dan industri yang terdapat di kabupaten tetangga Batubara. Sehingga pelabuhan yang semula dipersiapkan menjadi pelabuhan komersial (umum) itu, terkesan lebih banyak mubazirnya. Ini karena pelabuhan itu, hanya dimanfaatkan oleh sejumlah perusahaan saja.

Padahal, jika melihat posisi dan letak Pelabuhan Kuala Tanjung, cukup strategis, dan perannya diharapkan bisa mengurangi kepadatan arus bongkar muat Pelabuhan Belawan. Namun karena kurangnya fasilitas kepelabuhanan di sini, membuat para user (pengguna jasa kepelabuhanan) dan pemilik barang, lebih berpaling (memanfaatkan)  Pelabuhan Belawan.

Pembenahan pelabuhan ini, sangat terkait dengan pembangunan kawasan industri berskala besar yang saat ini tengah dipersiapkan di Sei Mangke, Kabupaten Simalungun. Rencananya, kawasan industri yang lebih memadukan antara industri hulu dan hilir kelapa sawit ini akan menjadi Kawasan Kluster Industri Kelapa Sawit Sei Mangke.

Hanya berjarak 40 kilometer dari Pelabuhan Kuala Tanjung, kawasan kluster industri ini tengah dipersiapkan di atas lahan seluas 1.400 hektare dari luas keseluruhan proyek ini yang mencapai 3.000 hektare. Di bagi dalam tiga tahap pembangunan, proyek Sei Mangke telah memasuki tahapan awal, yakni seluas 104 hektare yang kini siap dijual kepada investor. Salah satu investor yang menyatakan minatnya masuk dalam kawasan ini adalah Ferrostal AG dari Jerman.
Untuk menghadapi limpahan produksi (ekspor) dari Kawasan kluster Industri Sei Mangke, yang diperkirakan siap beroperasi pada tahun 2014, Pelabuhan Kuala Tanjung kini tengah dipersiapkan menampung 2,4 ton CPO produk ekspor. Untuk merealisasikan itu, baru-baru ini telah ditandatangani pembangunan jalur kereta api Kuala Tanjung – Sei Mangke, yang rencananya akan selesai pada 2014.

Tinggalkan Komentar

 

Copyright PEMKAB BATU BARA © 2014 Hak Cipta di Lindungi Pemerintah. Ini situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari BAPPEDA Kab. BATUBARA. Apabila terdapat data elektronik bassed yang berbeda dengan data resmi paper, maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.

Translate »
Kembali ke atas