Dirjen KKP Terkesan dengan Sumber Daya Kelautan Kabupaten Batubara Reviewed by Momizat on . BATUBARA – Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (PSDKP KKP), Asep Burhanudin terkesan dengan sumber daya kela BATUBARA – Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (PSDKP KKP), Asep Burhanudin terkesan dengan sumber daya kela Rating: 0

Dirjen KKP Terkesan dengan Sumber Daya Kelautan Kabupaten Batubara

Dirjen KKP Terkesan dengan Sumber Daya Kelautan Kabupaten Batubara

BATUBARA – Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (PSDKP KKP), Asep Burhanudin terkesan dengan sumber daya kelautan Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatera Utara, terutama potensi yang ada di kawasan Pulau Salah Nama.

“Ini luar biasa. Saya sangat betah berlama-lama berada di sini,” kata Asep saat bersama rombongan dari KKP mengunjungi Pulau Salah Nama, Kamis (12/3/2015) diantar Bupati Batubara H OK Arya Zulkarnain dan sejumlah pejabat Pemkab Batubara.

Secara umum, dia menganggap potensi kelautan yang ada di daerah tersebut patut dikembangkan. Ini sejalan dengan konsep pembangunan kemaritiman yang tengah dijalankan kementerian yang dipimpin Menteri Susi Pudjiastuti.

“Sebelum menuju ke Pulau Salah Nama, saya sudah dibawa berkeliling. Saya melihat ada banyak hal yang bisa dikembangkan di perairan laut Kabupaten Batubara ini,” kata Asep yang datang ke Batubara untuk melakukan survey terkait rencana KKP mendirikan pos pengawasan laut di wilayah perairan Sumatera Utara.

Dia menyatakan, keberadaan pos tersebut sangat penting dalam rangka menjaga kedaulatan kawasan negara Indonesia, terutama menjaga potensi kelautannya dari upaya penjarahan oleh pihak asing.

“Selama ini hasil laut kita lebih banyak dinikmati orang asing. Kita tidak bisa menghitung pasti berapa kerugiannya. Yang jelas, dari sekarang kita harus membuat marking atas wilayah kita agar orang asing tak bisa sembarangan lagi masuk dan mengambil sumber daya di laut negeri ini,” ujarnya.

Terhadap Pulau Salah Nama, pihaknya setelah menyurvei melihat kawasan tersebut sangat potensial untuk didirikan pos pengawasan. “Kami melihatnya dari kelayakan darat, laut dan udara. Kalau dari darat dan udara kami lihat sudah oke, tinggal lautnya kita tunggu perkembangan pengerukan pasir agar kapal-kapal patroli besar bisa merapat di sini,” jelas Asep yang datang bersama Direktur Pusat Karantina.

Bupati Batubara OK Arya menyatakan senang dengan kehadiran Dirjen dari KKP ini. Pihaknya memang tengah mengupayakan berbagai bantuan baik dari provinsi serta pusat untuk pembangunan daerah termasuk di sektor kelautan dan perikanan. (Baca juga : Pemberdayaan Masyarakat untuk Pembangunan Sektor Perikanan (Bag. 3))

“Sebagai daerah kabupaten yang relatif masih baru, kami tengah berupaya mengejar ketertinggalan pembangunan dari daerah lain,” katanya.

Untuk itu, berbagai konsep pembangunan telah mereka susun. Yang terbaru, mereka telah membuat peraturan daerah (perda) zonasi, yang kabupaten lain bahkan provinsi belum punya.

“Khusus pelabuhan kami membaginya dalam kawasan tangkap, pelabuhan dan sebagainya, sehingga memudahkan dalam pengaturan pengembangannya,” jelas Arya yang didampingi antara lain Ketua DPRD Selamat Arifin, Kepala Bappeda Ahmad Ensten serta Kadis Perikanan dan Kelautan.

Sumber : agroplus.co.id

Tinggalkan Komentar

 

Copyright PEMKAB BATU BARA © 2014 Hak Cipta di Lindungi Pemerintah. Ini situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari BAPPEDA Kab. BATUBARA. Apabila terdapat data elektronik bassed yang berbeda dengan data resmi paper, maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.

Translate »
Kembali ke atas