Desa Baru Perkotaan di Batubara Miliki Sejarah Khusus Reviewed by Momizat on . Oleh : T.Alkisah Led.PERKOTAAN adalah salah satu desa 48 desa baru di Batubara. Merupakan pemekaran dari Desa Pasar Lapan Kecamatan Air Putih. Sebelum mekar, ka Oleh : T.Alkisah Led.PERKOTAAN adalah salah satu desa 48 desa baru di Batubara. Merupakan pemekaran dari Desa Pasar Lapan Kecamatan Air Putih. Sebelum mekar, ka Rating: 0

Desa Baru Perkotaan di Batubara Miliki Sejarah Khusus

Desa Baru Perkotaan di Batubara Miliki Sejarah Khusus

Oleh : T.Alkisah Led.PERKOTAAN adalah salah satu desa 48 desa baru di Batubara. Merupakan pemekaran dari Desa Pasar Lapan Kecamatan Air Putih. Sebelum mekar, kawasan Perkotaan terdiri dari tiga Dusun, yakni, Dusun IV, V dan Dusun VI.

Kini Perkotaan eksis sebagai sebuah desa yang diharapkan mampu beersaing dalam bidang pembangunan untuk kemajuan sekaligus kesejahteraan masyarakat sebagaimana visi dan misi Pemerintah kabupaten (Pemkab) Batubara, Sejahtera dan Berjaya.

Selain masyarakat yang harus ikut aktif berperan, tidak kalah penting mencapai tujuan tersebut adalah pimpinan pemerintahan desa. Bupati Batubara H OK Arya Zulkarnain SH MM mempercayakan kepemimpinan Desa Perkotaan ini kepada Ros Siregar, pegawai Kantor Kecamatan Air Putih.

Tugas utama Ros adalah melaksanakan pemilihan kepala desa sesuai dengan aspirasi warga. Dan selanjutnya kepala desa terpilih yang melanjutkan program mencapai tujuan, Sejahtera dan Berjaya.

Untuk itu, Ros Siregar menyatakan kesiapannya. Dan Ros juga tahu, paling tidak memperoleh informasi dari berbagai kalangan, terutama para orang tua, bahwa Perkotaan memiliki sejarah khusus dan obyek wisata yang sangat memerlukan penataan.
Apa sejarah khusus tersebut. Disebutkan, Perkotaan itu dahulunya memang suatu tempat yang ramai yang banyak disinggahi oleh pedagang luar negeri. Mereka masuk melalui Kuala Tanjung menuju Perdagangan, ibukota Kecamatan Bandar Simalungun saat ini dengan perahu besar bermesin seperti kapal.

Merekalah yang meramaikan Perkotaan. Dan sejarah lain, disebutkan di kawasan Perkotaan ada sebuah tangga besi dari Sungai Tanjung (Anak Bahbolon). Konon tangga besi ini dijadikan tempat naik para pedagang dari kapalnya. Demikian juga konon, Putri Hijau dari Tanah Deli, pernah naik melalui tangga besi ketika bermaksud ke Perkotaan. Sampai sejauhmana kebenaran sejarah ini, yang jelas beda waktunya dengan sekarang sudah ratusan tahun.

Satu hal lain yang sangat perlu diperhatikan adaah obyek wisata Cemol Indah. Obyek wisata ini terdapat di Perkotaan. Persis di pinggir tanggul Sei Tanjung. Memang, Cemol Indah milik pribadi, Abdul Munir Nasution, al;ah seorang putra H Abdul Moeis Nasution, pemilik PT Moeis, sebuah perusahaan perkebunan sawit di Kecamatan Sei Suka yang kini sudah almarhum.

Abdul Munir bermaksud mengembangkan obyek wisata Cemol Indah dengan berbagai cara. Membangun kolam renang beberapa hektar. Kemudian membangun ring tinju karena dia juga promoter tinju professional di Sumatera Utara (Sumut).

Beberapa waktu lalu, di Obyek wisata Cemol Indah pernah digelar pertandingan tinju professional beberapa kelas diselingi dengan pertandingan tinju amatir secara lokal. Hasilnya tidak mengecewakan. Pada lain kesempatan, Abdul Munir juga akan menggelar kembali pertandingan tinju profesional tersebut di Cemol Indah. Lihat saja nanti.

Dan menyemarakkan lebaran barusan, Abdul Munir masih tetap menggelar kegiatan di obyek wisata Cemol Indah, yakni, menggelar kesenian dengan menanampilkan artis lokal khas Tanjung Balai, Wak Uteh.

Itulah obyek wisata Cemol Indah di Desa baru Perkotaan. Sebagai sesuatu yang baru, jelas masih sangat memerlukan penataan.Misalnya infra struktur jalan menuju obyek wisata ini untuk memudahkan para pengunjung.

Kekhususan lain yang terdapat di Desa Perkotaan, adalah etnis warga yang merupakan tiga besar. Bermukim pada tiga dusun. Yakni, etnis Melayu di Dusun IV, Kalimantan di Dusun V dan Tapanuli di Dusun VI, dikenal dengan nama Banjar Toba.

Antara ketiga etnis besar itu, tidak pernah terjadi kesalahpahaman, apalagi bertengkar. Hubungan kekeluargaan terajut akrab dalam kebersamaan dan persaudaraan yang kental. Ini salah satu hal yang membuat ROs Siregar senang memimpin Desa Perkotaan.

Dan untuk legbih mengefektifkan tugas dan kinerja, menurut rencana, Ros Siregar akan membagi wilayah Desa Perkotaan yang tadinya tiga dusun menjadi lima Dusun. Apalagi, jumlah penduduk sangat memungkinkan mencapai lebih 400 rumah tangga (RT-KK).

Secara geografis, luas wilayah Desa Perkotaan sekitar 400 hektar. Sebahagian warga petani di lahan yang memiliki iorigasi teknis bangunan Bahbolon Projeck sebelumnya. Pintu masuk (Dam) Irigasi teknis tersebut letaknya memang di Perkotaan dan airnya dimanfaatkan sampai beberapa desa di hilir, seperti Indrapura, Tanjung Kubah dan Tanjung Harapan.

Itulah profil Desa baru Perkotaan. Kehadirannya mengingatkan kembali warga kepada sejarah lama. Mudah-mudahan desa baru ini segera tertata secara baik pada setiap sector untuk kemajuan dan kesejahteraan warga. Semoga.

Tinggalkan Komentar

 

Copyright PEMKAB BATU BARA © 2014 Hak Cipta di Lindungi Pemerintah. Ini situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari BAPPEDA Kab. BATUBARA. Apabila terdapat data elektronik bassed yang berbeda dengan data resmi paper, maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.

Translate »
Kembali ke atas