Hub Port Kuala Tanjung Mulai Dibangun April 2014 Reviewed by Momizat on . [caption id="attachment_1591" align="aligncenter" width="409"] jelaskan Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain sedang menjelaskan kepada menko perekonomian hatta r [caption id="attachment_1591" align="aligncenter" width="409"] jelaskan Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain sedang menjelaskan kepada menko perekonomian hatta r Rating: 0

Hub Port Kuala Tanjung Mulai Dibangun April 2014

jelaskan Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain sedang menjelaskan kepada menko perekonomian hatta rajasa dan menteri perindustrian Ms Hidayat, Gubsu gatot pujo nugroho, tentang perkembangan pembangunan berbagai infrastruktur untuk mendukung hub port kuala tanjung, rabu (3/7) di Batubara. (medanbisnis/bistok siagian)

BAPPEDA, BATUBARA – Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menyebutkan pada kuartal pertama bulan April 2014 hub port (pelabuhan penghubung) peti kemas internasional di Kuala Tanjung sudah mulai dikerjakan.

Hal itu disampaikan Menko Perekonomian Hatta Rajasa di hadapan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain dan Muspida Daerah setempat serta tamu undangan yang turut bersama rombongan pejabat di atas Dermaga C PT Inalum Kuala Tanjung, Rabu (3/7). 

Hatta Rajasa mengaku bangga dan yakin setelah melihat langsung lokasi tempat rencana pembangunan pelabuhan barang Kuala Tanjung. Menurutnya, pembangunan tersebut sangat strategis, mengingat posisinya tepat di Selat Malaka yang ramai dilintasi kapal barang dari dalam dan luar negeri.

Pada kesempatan tersebut, Hatta menyebutkan, Kabupaten Batubara merupakan daerah yang cukup strategis dan memiliki potensi alam luar biasa yang jarang dimiliki daerah lain. Potensi ini, katanya, sangat tepat untuk dijadikan kawasan industri serta pelabuhan barang peti kemas bertaraf internasional untuk Indonesia bagian barat.

Oleh karena itu, dia meminta Bupati Batubara benar-benar mendukung rencana pembangunan hub port peti kemas itu dengan tetap melakukan sinergi dengan Pemerintah Pusat. ”Sebab kehadiran mega proyek ini akan membawa dampak positif terhadap kehidupan masyarakat Sumut, terutama bagi warga Batubara,” tambahnya.

Sebelumnya, PT Pelindo I menyampaikan penjelasan kondisi geografis serta sarana pendukung lainnya yang sudah mereka lakukan terkait pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung. Panjang dermaga direncanakan 21 km dengan kapasitas 25 juta teus peti kemas per tahun. 

Menurut pihak Pelindo, untuk mendukung percepatan dan kelancaran pambangunan tahap pertama dibutuhkan dukungan infrasrtuktur jalan handal yang dapat dilintasi kendaraan alat berat.
Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain berharap Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Kehutanan segera mengeluarkan surat pembebasan lahan hutan yang sebenarnya saat ini sudah menjadi pemukiman warga setempat. “Jadi lokasi itu tak pantas disebut kawasan hutan sebab sudah sejak lama dijadikan perkampungan warga,” ujarnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Pusat membangun pelabuhan penghubung berskala internasional di Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara ini sesuai dengan Perpres Nomor 26 Tahun 2012 tentang Cetak Biru Sistem Logistik Nasional (Sislognas) yang diterbitkan 5 Maret 2012. Pelabuhan barang internasional Kuala Tanjung direncanakan melayani arus kapal pelayaran menuju Eropa dan AS serta negara Asia tanpa melalui Pelabuhan Singapura.  (bistok siagian)

Sumber : MedanBisnis

Tinggalkan Komentar

 

Copyright PEMKAB BATU BARA © 2014 Hak Cipta di Lindungi Pemerintah. Ini situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari BAPPEDA Kab. BATUBARA. Apabila terdapat data elektronik bassed yang berbeda dengan data resmi paper, maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.

Translate »
Kembali ke atas