Batubara Salah Satu Kawasan Strategis di Sumut Reviewed by Momizat on . Oleh : T.Alkisah Led. PEMERINTAH Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) menetapkan, Batubara salah satu dari enam kawasan strategis daerahnya. Kawasan strategis la Oleh : T.Alkisah Led. PEMERINTAH Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) menetapkan, Batubara salah satu dari enam kawasan strategis daerahnya. Kawasan strategis la Rating: 0

Batubara Salah Satu Kawasan Strategis di Sumut

Batubara Salah Satu Kawasan Strategis di Sumut

Oleh : T.Alkisah Led. PEMERINTAH Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) menetapkan, Batubara salah satu dari enam kawasan strategis daerahnya. Kawasan strategis lain di antaranya proyek jalan tol, Binjai, Medan, Deliserdang, Serdang Bedagei dan Tebingtinggi. Demikian juga Simalungun atas untuk proyek pertanian dan tanaman holtikultura.

Itulah yang dikemukakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Utara, Ir Riadil Akhir Lubis pada pertemuan kordinasi perencanaan jalan untuk pengembangan pelabuhan Kuala Tanjung di gedung DPRD Batubara Jalan Perintis Kemerdekaan Limapuluh 16 Pebruari lalu.

Sejak awal, memang Batubara diharapkan berkembang seperti proses kemajuan alam dan zaman. Karena itulah Batubara itu diperjuangkan menjadi kabupaten. Ternyata, setelah mekar dari Asahan, kelihatan jelas, secara geografis, Batubara sangat strategis.

Mengapa dikatakan sangat strategis?. Banyak kabupaten lain di Sumatera yang berbatasan sama dengan perairan Selat Malaka. Tapi daerah-daerah lain itu tidak persis berhadapan dengan Singapura atau Malaysia dengan Pelabuhan Port Klangnya.

Sedangkan Batubara sangat jelas. Kuala Tanjung yang diprogrampakan menjadi pelabuhan internasional tersebut persis berhadapan dengan kedua negara tetangga itu. Jadi, kapal-kapal asing dari Eropa misalnya, setelah sampai di kawasan Asia Selatan, Sri Langka misalnya langsung ke Singapura, Malaysia dan Kuala Tanjung. Atau sebaliknya. Dan setelah itu melanjutkan perjalanan ke utara, Hongkong, Jepang lewat Laut China Selatan dan selanjutnya ke Samudra Fasifik dan Amerika.

Tentu saja kawasan strategis Batubara sangat erat dengan Simalungun bawah, tepatnya PTPN-4 Sei Mangkei yang letaknya sebenarnya tidak jauh dari Batubara. Hanya 10-20 kilomter lewat Stasiun Bandar Tinggi yang antara kedua daerah tersebut dibangun jalur rel kereta api.

Perhubungan

Jalur itulah yang dimanfaatkan sebagai sarana perhubungan mengangkut hasil komoditi sawit, crude palm oil (CPO) dan lainnya untuk diekspor via Pelabuhan Kuala Tanjung. Demikian juga sebaliknya. Sampai akhirnya daerah tersebut menjadi benar-benar berkembang pesat meskipun dahulunya Kuala Tanjung hanya sebatas desa yang boleh dikata terisolir.

Perkembangan dan kemajuan yang dicapai Kuala Tanjung seperti sekarang ini sangat jelas tidak terlepas dari adanya pabrik peleburan aluminium PT Inalum 36 tahun lalu. Bila tidak, masih terbayang dalam ingatan, betapa kumuhnya kondisi desa itu. Demikian juga infra struktur jalan. Hanya pasir melulu.

Hadirnya perusahaan yang memproduksi aluminium terbesar di Asia Tenggara tersebut, kondisi kawasan Kuala Tanjung berubah pesat. Potensi daerah itu dilirik oleh pemerintah pusat sampai akhirnya menetapkan salah satu dari tiga paket proyek Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di Sumut adalah Kuala Tanjung.

Kapan dimulai pembangunan pelabuhan internasional Kuala Tanjung itu?. Waktunya tentu tidak seperti membalik telapak tangan. Berbagai proses, jelas harus dilalui. Pembebasan lahan yang tidak sedikit. Semuanya memerlukan waktu. Harapannya jelas, seperti ungkapan, pelan tapi pasti. 

Lagi-lagi, MP3EI di Kuala Tanjung akan memberi kontribusi lebih baik bagi kemajuan, perkembangan dan kesejahteraan warga Batubara. Sehingga visi dan misi Pemerintah kabupaten (Pemkab), Sejahtera dan Berjaya benar-benar akan teerwujud.

Berkaitan dengan itu, sejak awal sebelumnya, Bupati Batubara H OK Arya Zularnain SH MM secara gigih berjuang untuk menjadikan daerah sekitar Kuala Tanjung sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

KEK tersebut, berbagai sarana dan obyek yang dibangun, tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Tapi adalah dari Negara atau APBN. Lagi-lagi proyek itu tidak seperti membalik telapak tangan. Sama dengan MP3EI, KEK juga memerlukan proses waktu yang tidak sebentar.

Mudah-mudahan, Batubara yang dijadikan sebagai salah satu dari enam kawasan strategis di Sumut akan cepat maju, jaya dan berkembang. Geografis memang sangat strategis. Historisnya juga beda dengan Asahan. Secara ekonomis, Batubara juga cukup potensial. Baik dilihat dari sisi sumber daya manusia (SDM), dengan jumlah penduduk mencapai 383.027 jiwa maupun sumber daya alam (SDA)-nya yang tidak salah bila dikatakan melimpah ruah. 

Warga mengharapkan agar SDA yang dimiliki Batubara saat ini, baik di bidang pertanian sekitar 20 persen dari luas daerah 92 ribu hektar, sebahagian besar di antaranya memiliki irigasi teknis maupun kelautan dan perairan, termasuk obyek-obyek wisata pantainya, dikelola secara baik. Tidak generasi sekarang yang menikmati hasilnya, tentu generasi mendatang. Bupati H OK Arya sering mengatakan, tak dapat kita menikmati, anak cucu kita nantinya.

Tinggalkan Komentar

 

Copyright PEMKAB BATU BARA © 2014 Hak Cipta di Lindungi Pemerintah. Ini situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari BAPPEDA Kab. BATUBARA. Apabila terdapat data elektronik bassed yang berbeda dengan data resmi paper, maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.

Translate »
Kembali ke atas